Sering kali kita mengeluh dengan apa yang sudah kita dapatkan, kenapa?
Karena kita selalu memandang ke atas, melihat orang lain yang mendapatkan lebih dari kita.
Padahal Alloh sudah mengatur apa yang akan menjadi rizki kita.
Seperti cerita yang satu ini:
Nun jauh di kaki gunung, hiduplah seorang petani. Dia menanam semangka di ladangnya.
Hari berganti hari dan tanaman semangkanya pun mulai berbuah. Seminggu menjelang panen, dihitungnyalah buah semangka di ladangnya.
"Wow, banyak juga buah semangkaku, 30 biji"
Betapa senangnya si petani. Tetapi pada hari berikutnya, alangkah terkejutnya dia ketika menghitung kembali buah semangkanya, "wah, ada yang tidak beres, kenapa buah semangkaku tinggal 29 buah?".
Hari berikutnya lagi, ternyata semangkanya kembali berkurang, "Sekarang tinggal 28 buah, pasti ada yang mencuri semangkaku. Kurang ajar!".
Si petani pun mencari akal bagaimana caranya agar buah semangkanya tidak dicuri lagi. Akhirnya dia menemukan ide. Dia mengambil racun yang mematikan, disuntikkan ke salah satu buah semangkanya. Lalu dia mengabil papan dan spidol, ditulisnya sebuah kalimat
-SALAH SATU BUAH SEMANGKA INI MENGANDUNG RACUN YANG MEMATIKAN-.
"Sekarang saya yakin maling tidak akan berani mencuri semangkaku lagi karena dia tidak tahu semangka mana yang ku beri racun. Hahaha".
Benar sekali, pagi harinya jumlah semangka masih tetap 27 buah. Pun pagi berikutnya, masih tetap 27 buah. Betapa senangnya si petani karena dia akan segera memanen hasil kerjanya.
Si maling juga akhirnya geram karena tidak bisa mencuri lagi, diambilnya spidol, lalu dia menulis sebuah kalimat di bawah tulisan si petani tadi -SEKARANG SEMANGKA YANG BERACUN ADA 2-.
Pagi harinya si petani dengan penuh semangat berangkat ke ladang untuk memanen semangka, tetapi alangkah terkejutnya dia membaca tulisan bahwa semangka yang beracun ada 2 buah. Dia tidak jadi memanen karena takut kalau yang dipanen adalah buah semangka beracun yang mematikan.
Akhirnya si petani tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya..
Nah, seperti itulah, terkadang rizki yang kita dapat tidak sesuai dengan yang kita harapkan dan kita usahakan.
Mengeluh??
Tentu saja tidak jika kita mau benar-benar bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar